Saturday, March 28, 2009

How Well Do You Know Me??

read...and please answer all the questions please...

1. Where you and I met?

2. How long have you known me?

3. The last time we saw each other?

4. Your first impression of me upon meeting/seeing me?

5. Am I funny?

6. What's my favorite music?

7. Would you call me preppy, average, sporty, punk, hippie, glam, nerdy, snobby, or something else(what)?

8. Have you ever hugged me?

9. If there was one good nickname for me, what would it be?

10. If you and I were stranded on an island, what would I bring?

11. Where do you think I will be in 25 years?

12: Will you re-post this so I can fill this out for you?

The Strength to Trough the Future

The brightest future will always be based on a forgotten past, you can't get on well in life until you let go off the past failures and heartaches.

The Meaning of You

Bagi dunia, Kamu hanyalah seseorang. Tetapi bagi seseorang, Kamu adalah dunia.

Situ Sinting

Pg itu indah. Matahari mulai menampakkan diri dengan malu-malu memberikan kehangatan bagi siapa saja. Harum embun yang menetes dari dedaunan menambah semangat. Hewan-hewan berjingkrakan.Dan Orang-orang mulai sibuk menata kehidupan.

Kami sekeluarga, ada Ayah, Ibu, Kakak dan Adik juga bergejolak dalam sibuknya waktu. Ayah membaca berita terkini dari koran terkenal. Ibu yang sedang menyiapkan sarapan. Kakak yang sedang mencuci mobil. Adik sedang berlatih piano. Dan Aku, sendiri, di kamar, ber-sms ria dg sahabat untuk janjian di kampus. Setiap hari berjalan normal aanpa ada firasat apapun tentang musibah itu.

Setelah jam berdentang menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, rumah menjadi sepi, dan tinggallah Ibu di rumah sendiri. Ibuku sangatlah cantik, mungkin kalau dibariskan dengan para putri sejagad, Ibuku tidak kan kalah. Wajah putih rupawan, rambut panjang sebahu, dan dengan tubuh normal, ya walaupun tidak langsing sih. Saat itu Ibu mulai merapikan meja dan berbenah. Sesaat kami merasakan sesuatu, tapi kami belum tahu apa itu. Saat itu, kami belum terlalu jauh dari rumah. Tiba-tiba.....

"AAAAAARRRRGGHHHH........" Kudengat teriakan dari dalam rumah. Kami yang di dalam mobil saling menatap seakan sambil memberikan telepati yang mengatakan, "Apa tu?", "Siapa tu?" Selang beberapa detik setelah itu, kami tersadar bahwa suara tersebut berasal dari rumah. Kami serentak langsung teriak dengan ekspresi panik, "BUNDAAAA..."

Seketika itu juga Ayah memberhentikan mobilnya dan berputar balik, kembali ke rumah. Orang - orang berkumpul di depan rumah membuat rasa penasaran bertambah. Dag dig dug kami menuju ke dalam. Namun, apa yang kami temukan??

Ternyata ada seseorang yang telah lama kami anggap meninggal. Kami terperenjat dibuatnya. Kaget. Berbagai eksperesi heran dan tidak percaya kami keluarkan. Laki-laki ini , dengan tubuh kurus, wajah tirus, dan pembawaan lusuh. Namun tetap masih dapat kami kenali. Dia masih keluarga kandungku, yakni Kakak laki-laki tertua kami yang hilang akibat banjir yang menggenangi Jakarta tahun lalu. Sangkin fokusnya kami akan kehadiran kembali Abang Situ, kami tidak menyadari bahwa Ibu pingsan. Dengan cepat, kami rebahkan Ibu di atas sofa. Sementara Kak Rita mengambil minyak angin dan air putih.

Setelah Ibu sadar, Ayah langsung memberi keterangan kepada tetangga bahwa tidak ada yang serius dan menyuruh mereka kembali beraktivitas. Dan alhasil kami pun tidak kemana-kemana juga. Kemudian masing-masing dari kami langsung menyerbu Bang Situ dengan segudang pertanyaan, pernyataan, dan ekspresi. Wah, pokoknya hari itu menjadi hari yang sangat kisruh. Suasana rumah menjadi riuh rendah. Bang Situ pun sampai-sampai bingung. Hingga tak berasa tiba saatnya makan siang. Masing-masing dari kami yang niat awalnya menjalankan aktivitas rutin, malah kembali ke kamar untuk mengganti pakaian. "Kami akan makan di luar..Hore!" Kataku dalam hati. Pokoknya hari itu perasaan kami bercampur aduk.

Setelah bercengkerama, kami menilai abangku ini benar-benar gila. Di tengah musibah itu dia bisa selamat. Benar-benar Abang SituSinting!

Thursday, March 26, 2009

Partai, Kampanye, Pemilu Hingga Demokrasi

Hakekat bernegara pada dasarnya adalah implementasi berorganisasi, pelayanan, dan penyatuan berbagai visi dan misi demi satu tujuan, yakni rakyat. Namun terkadang kenapa ya ada saja seseoarang atau lembaga yang mau merusak indahnya tatanan berenegara dengan meyelipkan niat pribadi. Huh?!

Kompetisi dalam segala bidang dibolehkan. Kompetisi terjadi karena ada perbedaan di antara dua sisi. Tetapi tetap, harus fair! Termasuk dalam kehidupan bernegara. Makanya terbentuklah partai. Sebenarnya, bagi opini pribadi adanya partai malah membuat kita, orang awam, bingung! Tetapi karena dibolehkan, ya mau bagaimana lagi, benar tidak??

Terbentuknya partai seharusnya membuat negara ini lebih baik. Jangan hanya cari muka sesaat! Adanya partai pasti tidak lepas dari promosi (baca : kampanye) agar partai mereka dikenal masyarakat lain dan akhirnya dinilai. Ada satu hal yang mengganggu pikiran saya, khususnya, yaitu coba deh kita lihat partai-partai yang ada saat ini, kalau memang benar para kader partai tersebut membantu membangun negara ini, kenapa sih mereka tidak mandiri?

Negara juga sih, kenapa mereka itu diberikan fasilitas yang berlebihan. salah satu contohnya, dana promosi. Hehm, tidak habis pikir dengan logika. Mau dikenal tetapi mengandalkan harta "orang tua"! Tahun ini, jumlah partai saja ada 38 partai. Kalau semuanya dikasih dana oleh negara, ya bisa jadi kemungkinan negara bangkrut, apalagi jika satu dan atau beberapa dari mereka menjadi bagian dalam mengatur negara ini. Ckckckck... Kalau ingin berkontribusi tuk negara ini, buatlah persiapan yang matang atas konsep masing-masing dan tunjukkan prestasi mereka. Jangan ujung-ujungnya koalisi. Sama juga bohong.

Keberadaan partai tidak pernah lepas dari Pemilu.
Pemilu merupakan jalan atau pintu gerbang penentuan nasib negara ini. Karena Indonesia menganut paham politik Demokrasi, kesuksesan Pemilu tergantung dari penilaian masyarakat terhadap partai-partai tersebut. Tetapi sayang, demokarasi yang ada sekarang terlalu bablas. Dengan mengatasnamakan demokrasi, masyarakat tekah menjadi "gila" alias keterlaluan. Kenapa demikian? Ada beberapa alasan, di antaranya, pertama, masyarakat tidak sabar dan tidak puas atas kinerja wakil mereka di Legislatif. Kedua, mungkin benar adanya wakil di Legislatif tidak mengerti apa yang seharusnya mereka kerjakan untuk negeri ini. Ketiga, atau mungkin tidak diterapkannya kembali Demokrasi Pancasila.

Kenapa harus Demorasi Pancasila? Dilihat dari arti katanya, Demokrasi dan Pancasila. Demorasi itu artinya perkembangan negara ini ditentukan oleh rakyat dan hasilnya untuk rakyat. Pancasila merupakan batasan sosial dan mental dalam melaksanakan demokrasi tersebut. Sebenarnya Kedua kata ini sangatlah cocok dan serasi. Apa pun yang terjadi di negeri ini haruslah memandang Pancasila sebagai sumber hukum terkuat dan tidak dapat dinegosiasikan. Tetapi sangat disayangkan, akhir-akhir ini Ideologi ini sudah tidak terdengar lagi, tidak didengungkan lagi di sekolah bahkan hingga wakil di lembaga legislatif, yang nota bene pencetus ide demi berlagsungnya kehidupan poituk di negara RI ini. Sekarang, coba deh, kita merenung dan buka mata hati kita atas pertanyaan berikut ini, Setujukah Anda dengan hasil yang tercipta, seandainya Demokrasi Pancasila ini diamalkan??

Wednesday, March 25, 2009

The Way to Marriage

Setiap manusia secara naluri diberikan haknya untuk menjalani kehidupan sebenarnya dengan pernikahan. Mau tidak mau..Siap tidak siap..hal itu pasti terjadi. Pernikahan adalah metode yang ditetapkan untuk melanjutkan roda kehidupan dengan seseorang yang disebut dengan jodoh.

Tetapi, tidakkah kita menyadari, beragam budaya, agama, ras, dan tingkat sosial, membsuat emakin beragam pula cara menuju pernikahan. Karena saya tinggal dan hidup di Indonesia, maka saya mengambil contoh ragam pernikahan yang ada di Indonesia. Tetapi, di luar itu semua, Indonesia memiliki satu prinsip dalam hal pernikahan, yakni mengetahui,mengenal,mengerti, memahami, dan melaksanakan istilah "Bibit, Bebet, Bobot".

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan istilah tersebut dan untuk kenapa pula istilah tersebut begitu penting dan mendarah daging di masyarakat Indonesia?

Sesungguhnya istilah itu sangat penting karena hanya mempunyai satu tujuan, yakni adanya pengharapan tuk kedua mempelai memiliki kehidupan yang sempurna, paling tidak mendekati sempurna yang akan mereka jalani. Namun, apakah yang dimaksud dengan istilah tersebut?

Bibit. Istilah yang digunakan dalam penelurusan asal usul biologis. Tujuannya adalah sebagai tindakan preventif dari segi kesehatan, riwayat keluarga, dan lain-lain.

Bebet. Istilah ini digunakan dalam penelurusan kepribadian dan karakter. Tujuannya adalah sebagai parameter kemampuan diri dari segi emosi dan spiritual.

Bobot. Istilah ini digunakan dalam penelurusan kecerdasan yang dimiliki. Tujuannya adalah sebagai parameter kemampuan diri dari segi Intelektualitas dan Intelegensi.

Ini sebenarnya tidak menjadi acuan, tetapi, biasanya para orang tua hanya menginginkan yang terbaik dalam kebahagiaan anak-anaknya yang akan menjalani kehidupan baru.
Tidak kita pungkiri, meskipun zaman telah berkembang, namun istilah ini masih tetap berlaku di setiap keluarga.

Semoga bermanfaat..

Do Not Waste Your Time

Don't waste your time on a man/woman, who isn't willing to waste their time on you.

Tuesday, March 24, 2009

Filosofi seorang pemimpin....cikal bakal seorang pahlawan

Tidak ada seorang pahlawan sejati yang besar yang tidak mempunyai struktur filosofi yang solid dan kuat. Filosofi adalah sebuah ruangan kecil dalam kepribadian kita darimana seluruh tindakan diarahkan dan dikontrol. Tindakan-tindakan kepahlawanan selalu lahir dari pikiran-pikiran kepahlawanan. Filosofi adalah kerangka pikiran yang terbentuk sedemikian rupa dalam diri dan berfungsi memberi ruang bagi semua tindakan yang "mungkin" dilakukan. Semakin luas "kerangka berpikir itu, semakin luas pula "wilayah tindakan". Filosofi terbentuk dalam diri manusia sebagai kumulasi dari kerja imajinatif. imajinatif merupakan bagian dari fungsi pikiran dan emosi sekaligus.. Itu merupakan proses paling sublim dalam diri manusia, tetapi sekaligus merupakan tahapan kreativitas yang sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian manusia.

Sebagian dari yang terekam dalam filosofi itu adalah cara memaknai suatu sisi kepahlawanan. Misalnya, cara Khalid bin Walid memaknai jihad atau peperangan yang menjadi sisi kepahlawanannya. Ia pernah berkata, "Berada pada suatu malam yang dingin untuk berjihad di jalan Allah SWT lebih kusukai daripada mendaptkan hadiah pengantin perempuan cantik di malam pengantin." Atau misalnya, cara 'Amir bis 'Ash memaknai politik seorang pemimpin. Ia pernah berkata, "jika seorang pemimpin tahu bagaimana memasuki suatu urusan, maka ia harus tahu juag bagaimana jalan keluar dari urusan itu. Sesempit apapun jalan keluar yang tersedia." Atau misalnnya, cara Umar bin Khattab memaknai akseptibilitas seorang pemimpin di mata Allah SWT. Dalam pesannya, ia berkata, "Ketahuilah kedudukan Anda di mata Allah SWT dengan cara melihat tingkat penerimaan masyarakat kepada Anda."

Selain itu, filosofi juga membicarakan tentang harapan, arti kehormatan, sumber motivasi, prinsip, dan lain-lain yang pada akhirnya apa yang digambarkan oleh filosofi adalah keseluruhan kepribadian diri. dan itulah kunci kepribadian Anda.

dikutip dari buku "Mencari Pahlawan Indonesia" ; Anis Matta

Monday, March 23, 2009

The Meaning of Grateful

Maybe God wants us to meet a few wrong people before meeting the right one.
So that when we finally meet the one, we will know how to be grateful.

Knowing our selves

Make yourself a better person...
Know who you are before you try and know someone else and expect them to know you.

Love, Life and Goal

Humans are the smartest creature that god had been created... We had been given many things as mind, feeling, and logics. What a beautiful creatures we are...
But don't we realize?Many of us have wasted our gift... If we want to think more clearly, nothing such useless in this world (do you believe that?)
If you want to see the facts, here are...
1. Love. God gave love to made us a kind, sensitive, empathy, and care person. Love comes from the deepest heart with humble naturally.
Use it for help others, feel their feelings, and know each other.
2. Life. Began with love, there is a life. We learn how to deal with time and crazy things related, we know about many things. Use your improved skills to do everythings. And of course, gain your life from that.
3. Goal. Times go by. Life still running. This is made us to push ourselves being an useful person. Therefore we need plans. Plans help us through the life and create achievements and direct us to the goals.

Only wise and kind people who know how to prepare the plans, deal with life, direct the time, and compete them selves with all the process with humble and open minded. And we can guess what is the end for that, PEACEFUL INSIDE AND OUTSIDE and also HAPPINESS PHYSICALLY AND MENTALLY...

Wow...what a perfect journey of faith that is, the dream sketch of life!
Everybody can take those things, even though not 100% perfect by saying graces many times for everything that we get to the god, the merciful-giving the merciful.