Tidak ada seorang pahlawan sejati yang besar yang tidak mempunyai struktur filosofi yang solid dan kuat. Filosofi adalah sebuah ruangan kecil dalam kepribadian kita darimana seluruh tindakan diarahkan dan dikontrol. Tindakan-tindakan kepahlawanan selalu lahir dari pikiran-pikiran kepahlawanan. Filosofi adalah kerangka pikiran yang terbentuk sedemikian rupa dalam diri dan berfungsi memberi ruang bagi semua tindakan yang "mungkin" dilakukan. Semakin luas "kerangka berpikir itu, semakin luas pula "wilayah tindakan". Filosofi terbentuk dalam diri manusia sebagai kumulasi dari kerja imajinatif. imajinatif merupakan bagian dari fungsi pikiran dan emosi sekaligus.. Itu merupakan proses paling sublim dalam diri manusia, tetapi sekaligus merupakan tahapan kreativitas yang sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian manusia.
Sebagian dari yang terekam dalam filosofi itu adalah cara memaknai suatu sisi kepahlawanan. Misalnya, cara Khalid bin Walid memaknai jihad atau peperangan yang menjadi sisi kepahlawanannya. Ia pernah berkata, "Berada pada suatu malam yang dingin untuk berjihad di jalan Allah SWT lebih kusukai daripada mendaptkan hadiah pengantin perempuan cantik di malam pengantin." Atau misalnya, cara 'Amir bis 'Ash memaknai politik seorang pemimpin. Ia pernah berkata, "jika seorang pemimpin tahu bagaimana memasuki suatu urusan, maka ia harus tahu juag bagaimana jalan keluar dari urusan itu. Sesempit apapun jalan keluar yang tersedia." Atau misalnnya, cara Umar bin Khattab memaknai akseptibilitas seorang pemimpin di mata Allah SWT. Dalam pesannya, ia berkata, "Ketahuilah kedudukan Anda di mata Allah SWT dengan cara melihat tingkat penerimaan masyarakat kepada Anda."
Selain itu, filosofi juga membicarakan tentang harapan, arti kehormatan, sumber motivasi, prinsip, dan lain-lain yang pada akhirnya apa yang digambarkan oleh filosofi adalah keseluruhan kepribadian diri. dan itulah kunci kepribadian Anda.
dikutip dari buku "Mencari Pahlawan Indonesia" ; Anis Matta
Sebagian dari yang terekam dalam filosofi itu adalah cara memaknai suatu sisi kepahlawanan. Misalnya, cara Khalid bin Walid memaknai jihad atau peperangan yang menjadi sisi kepahlawanannya. Ia pernah berkata, "Berada pada suatu malam yang dingin untuk berjihad di jalan Allah SWT lebih kusukai daripada mendaptkan hadiah pengantin perempuan cantik di malam pengantin." Atau misalnya, cara 'Amir bis 'Ash memaknai politik seorang pemimpin. Ia pernah berkata, "jika seorang pemimpin tahu bagaimana memasuki suatu urusan, maka ia harus tahu juag bagaimana jalan keluar dari urusan itu. Sesempit apapun jalan keluar yang tersedia." Atau misalnnya, cara Umar bin Khattab memaknai akseptibilitas seorang pemimpin di mata Allah SWT. Dalam pesannya, ia berkata, "Ketahuilah kedudukan Anda di mata Allah SWT dengan cara melihat tingkat penerimaan masyarakat kepada Anda."
Selain itu, filosofi juga membicarakan tentang harapan, arti kehormatan, sumber motivasi, prinsip, dan lain-lain yang pada akhirnya apa yang digambarkan oleh filosofi adalah keseluruhan kepribadian diri. dan itulah kunci kepribadian Anda.
dikutip dari buku "Mencari Pahlawan Indonesia" ; Anis Matta

No comments:
Post a Comment